Setiap SPPG Diharapkan Memiliki Ahli Sanitasi

Setiap SPPG Diharapkan Memiliki Ahli Sanitasi

SORONG.SorongPos.Com,-Ketua Umum HAKLI Prof.Dr.Arif Sumantri saat ditemui media usai mengunjungi SPPG Kelurahan Pal Putih Distrik Sorong Barat,Jumat (29/5) menjelaskan bahwa HAKLI bersama AKKOPSI dan Pemkot Sorong telah melakukan Mou atau kerjasama. Menurutnya AKKOPSI adalah para kepala daerah yang peduli terhadap sanitasi, sedangkan HAKLI adalah himpunan kesehatan lingkungan Indonesia. Dikatakan juga Pemkot yang memiliki data tubercolosis (TB) berlangsung dengan progres yang baik. Namun demikian, Kota Sorong harus dijadikan sebagai satu model agar pasien TB yang sudah sembuh, tidak lagi kambuh. Dengan demikian diperlukan lingkungan yang sehat,hidup sehat dan makan sehat sebagai upaya preventif. ” Kami juga melihat bahwa upaya preventif terbaik bukan dari aktifnya pemkot atau pemerintah pusat. Tapi masyarakatnya, bagaimana kemampuan hidup sehat melalui higen sanitasi berbasis komunitas. Dengan kebersihan pada diri dan lingkungannya,” ujarnya.

Bahkan dicontohkannya pula, dirinya sudah menyampaikan kepada Walikota Sorong agar jangan masyarakat dikasih ikan. Tetapi kasih pancing dan mata kail, jikalau ikan habis masyarakat tidak bisa mencari ikan. Tapi kalau diberikan pancing dan kail masyarakat akan mencari ikan. ” Jadi berikan mereka pelatihan dan ketrampilan, sehingga menjadi nilai sirkula. Karena memberdayakan masyarakat lebih baik daripada diberdayakan,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Arif dirinya sudah melihat perbaikan rumah sehat dan satu upaya penataan lingkungan menjadi sehat, sehingga masyarakat diajarkan dari lingkungan tersebut, untuk berprilaku dalam memperlakukan lingkungan sanitasi yang hebat. Dijelaskannya juga kaitan dengan program MBG, dalam kaitannya dengan SPPG khususnya AKKOPSI dan HAKLI bersama Pemkot melihat quality kontrol yang seringkali di isukan keracunan pangan. ” Keracunan pangan yang sangat kritis yaitu pada dapur, tinggal dilihat dapur yang sudah sangat baik, akan lebih baik lagi manfaatkan keterlibatan masyarakat,” urainya.

Bahkan Arif menegaskan jangan jadikan vutues sebagai limbah. Tetapi vutues sebagai sebuah berkah. Menurutnya limbah bukan merupakan masalah,tetapi melibatkan masyarakat dalam penanganan limbah sebagai potensi yang memiliki sirkular ekonomi. Kemudian juga jangan dijadikan sebagai sebuah bentuk SOP tanpa dilakukan pengawasan oleh seorang sanitasi lingkungan. Karena sangat penting, selain ahli gizi, ada juga akuntan hingga perlu dapat dukungan dari BGN. ” Sudah ada pengawasan sanitasi setiap SPPG atau 5 SPPG diharapkan memiliki ahli sanitasi mengawasi quality kontrol hiegen sanitasi benar-benar melekat dengan tugas dan fungsinya,” terangnya.(boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *