SORONG.SorongPos.Com,- Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo S.I.K,M.A.P melalui Karo Sumber Daya Manusia Polda Papua Barat Kombes Pol I Gede Juliana, S.H,S.I.K,M.H dalam rilis akhir tahun 2025 di aula Mapolda Papua Barat Daya menjelaskan, terkait penerima anggota Polri baik tamtama,bintara. Dimana seperti diketahui pada tahun 2025 penerimaan anggota Polri dilakukan secara terpadu di awal tahun dan di akhir tahun terkait dengan anggota Brimob. Ditegaskannya juga sebagai informasi untuk penerimaan anggota Polri di tanah Papua, pernah ada penerimaan anggota Polri khusus Orang Asli Papua (OAP). Diakuinya untuk tahun penerimaan anggota Polri di tahun 2025 tidak ada penerimaan yang dikhususkan untuk OAP. Namun penerimaan anggota Polri secara reguler atau untuk umum. Hanya saja kata Karo SDM atas kebijakan Kapolda Papua Barat Daya dan pihaknya meminta petunjuk ke Mabes Polri dan mendapat persetujuan dari pimpinan Polri. Hasilnya kebijakan Kapolda PBD mengalokasikan penerimaan anggota Polri di lingkungan Polda Papua Barat Daya sebanyak 75 persen adalah orang asli Papua. ” Ini penerimaan anggota Polri untuk Bintara umum di awal tahun, kemudian tamtama dan bintara Brimob,” akunya.
Ditegaskan Karo SDM bahwa penerimaan anggota Polri sebenarnya bukan difokuskan untuk OAP, tetapi reguler. Akan tetapi kebijakan Kapolda PBD yang meminta penerimaan 75 persen untuk OAP. Dengan demikian dari 91 bintara yang diterima, dimana 75 persen adalah OAP. Padahal lanjut Karo SDM, dari sisi petunjuk Mabes Polri bukan dikhususkan untuk OAP. ” Tapi menyampaikan keberadaan Polda PBD disini baru. Pak Kapolda menyampaikan dan meminta kepada Mabes Polri memberikan alokasi 75 persen bagi OAP,” ujarnya. (boy)

