SORONG.SorongPos.Com,-Supervasior External Relation Comdev PT GAG Haris Syamsudin melalui press release yang disampaikan ke media ini (27/10) menjelaskan, bahwa pihaknya ingin mengklarifikasi pernyataan yang disampaikan melalui ikatan pelajar mahasiswa pulau Gag, kaitan dengan proposal bea siswa pendidikan melalui salah satu media online. Menurutnya bahwa pernyataan yang disampaikan bahwa PT GAG Nikel mengabaikan proposal yang diajukan para ikatan pelajar mahasiswa adalah tidak benar.
Menurutnya bahwa selama ini kepada anak-anak pelajar baik sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) yang berada di pulau GAG dan merupakan anak- anak sekolah yang berada di lingkaran atau ring satu tambang nikel telah diberikan bea siswa.
” Kita sudah berikan bea siswa kepada anak-anak SD dan SMP di pulau GAG. Nah bea siswa diberikan kepada siswa yang berprestasi mulai dari rangking satu sampai dengan rangking 3,” akunya.
Bahkan Haris menegaskan bahwa pihaknya dari PT GAG Nikel sudah pernah memberikan biaya studi akhir untuk mahasiswa yang berasal dari PT GAG Nikel. Namun permintaan proposal yang dilayangkan ikatan pelajar mahasiswa pulau GAG harus membiayai semuanya dimulai dari pendaftaran kuliah sampai dengan selesai wisuda. ” Ini proposal yang mereka ajukan, tidak masuk dalam program PPM yang sudah disetujui Kementrian. Berdasarkan hasil sosial mapping yang dilakukan tim independen bersertifikasi,” tegasnya.
Lebih lanjut Haris menguraikan nama-nama yang diajukan dari 24 orang dalam proposal sudah ada yang pernah diberikan biaya studi akhir dari PT GAG Nikel. Selain itu juga kata Haris pengajuan proposal ikatan pelajar mahasiswa, jika ingin dikatakan legal dan resmi harus sesuai prosedur.
” Supaya legal dan mendapatkan bantuan harus diketahui juga pemerintah kampung atau kepala desa. Kemudian kadistrik dan kepala dinas pendidikan kabupaten Raja Ampat, karena ini menyangkut dana pendidikan. Bahkan bila perlu ada disposisi dari pak Bupati sebagai kepala daerah,” akunya.
Ditambahkan Haris prosedur dan persyaratan pengajuan proposal tersebut, jika semuanya sudah dilalui. Dimana pihaknya akan menyampaikan kepada manajemen perusahaan berkedudukan di Jakarta,sehingga dapat dibicarakan dan dibahas untuk kelanjutan pemberian bea siswa kepada anak-anak pelajar dan mahasiswa seperti apa.
” Kalau bea siswa yang saat ini berjalan diberikan kepada anak SD dan SMP yang berprestasi. Bea siswa berupa tabungan, dari rangking 1 sampai 3. Selain itu juga ada bantuan diberikan kepada anak-anak sekolah yang berprestasi, mulai dari sarana dan prasarana sekolah baik SD maupun SMP di pulau GAG Nikel,” bebernya.
Ditegaskan juga bahwa bantuan biaya studi akhir mahasiswa yang sementara berjalan dari PT GAG Nikel adalah kepada anak-anak yang berada di lokasi tambang mulai dari ring satu, dua dan tiga. Diuraikan juga untuk anak di ring satu yakni anak mahasiswa yang studi akhir dan berasal dari pulau GAG, kemudian ring kedua adalah anak dari Waisai. Sedangkan ring ketiga adalah anak-anak dari Sorong yang berasal dari pulau GAG.
” Data-data pemberian bantuan dan bea siswa ada ya. Kemudian datanya dibawa bagian pendidikan di PT GAG Nikel. Kami sebenarnya bukan tidak merespon pengajuan proposal, justru kami berikan saran. Kalau proposal ini dilengkapi mulai dari persetujuan kepala desa,kadistrik, dinas pendidikan dan kalau perlu disposisi pak Bupati. Supaya kalau nantinya terealisasi, tujuannya dapat berkelanjutan dan bukan hanya sebatas diberikan pada tahun itu saja,” urainya.
Disamping itu juga pihaknya sama sekali tidak menyampingkan masalah pendidikan, dikarenakan dalam 8 pilar dari PT GAG Nikel, dimana ada satu pilar yang khusus menangani masalah pendidikan yang mensuport anak-anak pelajar dan mahasiswa. ” Jika berbicara mengenai kekurangan, pasti masih ada kekurangan. Tapi kita semua harus melalui tahapan,” tegasnya. (boy)

