Gubernur PBD Irup HUT RI Ke 80 Sekaligus Launching DEO Menjadi Bandara Internasional

Gubernur PBD Irup HUT RI Ke 80 Sekaligus Launching DEO Menjadi Bandara Internasional

SORONG.SorongPos.Com,- Bertempat di Lantamal XIV Minggu (17/8) Gubernur Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Elisa Kambu menjadi instruktur upacara (Irup) HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke- 80 dan sekaligus membacakan teks Proklamasi. Turut hadir dalam perayaan HUT tersebut Wakil Gubernur Ahmad Nasrauw, Pimpinan DPRD dan Muspida Papua Barat Daya serta Pimpinan dan Anggota MRP Provinsi PBD.

Usai perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke -80 sekaligus memberikan kado kepada masyarakat Papua Barat Daya yakni launching status bandara Domine Eduard Osok(DEO) menjadi bandara udara internasional. Launching bandara DEO menjadi bandara internasional ditandai oleh pemotongan pita melepas balon ke udara oleh Gubernur secara bersama-sama dengan Muspida Provinsi PBD. Bahkan tidak hanya itu dalam perayaan HUT RI kali ini, Gubernur Papua Barat Daya pemberian beasiswa kepada para dokter spesialis orang asli Papua, bantuan sosial pengobatan lewat BPJS Kesehatan.

Sementara itu Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dalam release yang diterima media menjelaskan program BPJS kesehatan yang dikelola oleh BPJS untuk alokasi anggaran yang disediakan sebesar Rp 6.350.400.000 untuk 14 ribu jiwa bagi penduduk yang berdomisili di wilayah Provinsi PBD sampai dengan bulan Agustus 2025 telah didaftarkan 2.749 peserta, dengan rincian,Kota Sorong sebanyak 1672 peserta, Kabupaten Sorong 913 peserta, Kabupaten Raja Ampat 28 peserta, Kabupaten Sorong Selatan 92 peserta, Kabupaten Maybrat 29 peserta dan Kabupaten Tambrauw sebanyak 15 peserta.

Adapun realisasi pembayaran iuran JKN sebesar Rp 1,2 Milyar. Sedangkan beasiswa yang diberikan kepada dokter spesialis OAP melalui program pendidikan dokter spesialis selama kurun 2 tahun yakni tahun 2024 dan 2025 . Kemudian program pendidikan dokter spesialis ini telah diberikan kepada 20 orang dokter OAP sebesar Rp 5.079.000.000 dengan rincian Rp 2.970.000.000 pada tahun 2024 dan Rp 2.109.000.000 tahun 2025. Adapun bantuan diberikan kepada dokter spesialis yang tersebar di seluruh universitas di Indonesia terdiri dari Universitas Gajah Mada, Hasanudin,Samratulangi, Diponegoro, Airlangga, Widya Gama,Adira Jasa,Brawijaya dan Atmajaya.

Selain itu juga pemerintah Provinsi PBD, terkait salah satu tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Dalam semangat ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bertekad untuk melindungi seluruh warga, terlebih khusus bagi para pekerja rentan dan pekerja sosial keagamaan melalui program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Secara lengkap data pada tahun 2025 ini Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya membayarkan 77.500 orang pekerja, dan hari ini akan diserahkan secara simbolis Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 5 orang, yaitu :
1. Meit Median Nurani Uruwaya (Pedagang)
2. Misella Vicke Batumaly (Pekerja Sosial Keagamaan/Pengasuh sekolah minggu)
3. Alfonsina Numberi – (Pekerja Sosial Keagamaan/Majelis Jemaat)
4. Nelce Raunsai (Pekerja Sosial Keagamaan/Majelis Jemaat)
5. Saiful Anwar (Mubaligh)

Selain dalam rangka memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarga, program ini juga diarahkan dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pencegahan kemiskinan ekstrem.

Pada kesempatan ini akan diserahkan secara simbolis klaim-santunan kepada 5 orang ahli waris dari tenaga kerja yakni
Edward Sagisolo (Pekerja Sosial Keagamaan/Majelis jemaat), Susyana L Betaubun (Pekerja Sosial Keagamaan/Majelis jemaat), Boyman Mangerongkonda (Pekerja Sosial Keagamaan/Majelis jemaat), Robana (Pekerja Rentan/Pedagang), Kaleb Sauyai (Pekerja Rentan/Petani)
masing-masing menerima Rp. 42 juta.

Total klaim Tahun 2025 (sampai dengan bulan Juli) yang sudah dibayarkan adalah sebesar Rp. 1.868.000.000. Sedangkan program prioritas untuk menurunkan stunting yang akan diterima perwakilan kepala dinas kota dan kabupaten se-Provinsi PBD masing-masing Kota Sorong sebesar Rp 1.559.075.000, Kabupaten Sorong Rp 863.939.850, Kabupaten Sorong Selatan Rp 1.027.082.000, Kabupaten Raja Ampat Rp 1.057.400.000, Kabupaten Maybrat Rp 857.400.000 dan Kabupaten Tambrauw Rp 936.420.000. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *