SORONG. Anggota DPR-RI Papua Barat Daya Robert Joppy Kardinal menggelar Safari Gemar Ikan di kantor Kelurahan Kampung Baru. Kegiatan yang berlangsung Kamis(26/6) kerjasama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Sorong dari Golkar J Solossa. Selain itu pula paket gemar ikan dibagikan sebanyak 320 paket kepada ibu dan anak.
Disamping itu pula kegiatan gemar ikan tersebut, akan dilakukan pada 7 kelurahan yang ada di Kota Sorong. Tentunya sesuai data yang diberikan lotus stunting dari Dinas Kesehatan Kota Sorong. Sementara itu Robert Joppy Kardinal yang kerap di sapa RJK menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. Lanjut RJK selaku anggota DPR RI dari Komisi IV sangat mendukung. Dikarenakan Provinsi Papua Barat Daya luas lautan lebih besar daripada daratan. ” Hasil ikan sangat melimpah disini. Kegiatan ini juga agar kita merasang pemerintah daerah dalam Gubernur dan Walikota,” akunya.
Selain itu pula kata RJK kegiatan gemar makan ikan selama ini telah dilaksanakan di kabupaten Raja Ampat dalam bentuk Festifal Makan Ikan yang dilakukan setiap tahun di bulan Oktober. ” Pak Bupati Raja Ampat kemarin ada kasih tahu saya. Jadi sinkron dengan daerah, apalagi di Raja Ampat,” imbuhnya.

omega 3 paling banyak. ” Ikan tidak usah lain-lain, kalau ikan tuna mahal. Ikan kembung saja disini melimpah dan di pasar banyak,” imbuhnya
Oleh karena itu RJK mengajak masyarakat di Papua Barat Daya, untuk gemar makan ikan, daripada makan daging ayam. ” Misalkan ayam 1 kilo bisa harga Rp 50 ribu. Sapi mungkin 1 kg 100 ribu. Babi juga juga mahal. Kegiatan ini tidak hanya di kota Sorong, nanti kita laksanakan di seluruh kabupaten yang ada di Papua Barat Daya,”‘ tegasnya.
Lebih jauh RJK mencontohkan kehidupan orang Jepang yang kebanyakan mengkonsumsi hasil laut. Dimana membuat orang Jepang sehat dan panjang umur. Bahkan kata RJK angka hidup orang Jepang bisa mencapai 98 tahun dan juga ada 100 tahun ke atas sangat banyak.” Mereka makan cumi, udang, kepiting dari pada konsumsi daging ayam. Sudah begitu ayam di impor dari luar tanah Papua. Sapi juga begitu, kalau babi per kilo Rp 150 ribu. Tapi kalau ikan Rp 50 ribu di jembatan puri dapat banyak. Murah, meriah dan menyehatkan,” tukasnya.

Ketika ditanya mengenai bantuan 1,2 juta benih ikan yang akan diberikan ke seluruh Provinsi Papua Barat Daya. Kata RJK.” Saat ini sedang di siapkan lokasinya yang tepat sehingga bisa berkembang. Tidak hanya asal dibuang benih ikan di sembarang tempat,” terangnya.
Menurut RJK bantuan 1,2 juta ikan terdiri dari 3 jenis ikan yakni benih ikan air tawar dan ikan air laut. Ditegaskan bantuan tersebut akan turun pada tahun ini. Kemudian saat ini lagi dipersiapkan dokumentasi dan surat-surat serta persyaratannya. (boy)

