SORONG.SorongPos.Com, –Dalam rangka mewujudkan kedekatan program polisi bersama masyarakat, Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Amry Siahaan, S.I.K., M.H., menggelar kegiatan ngopi bareng masyarakat bersama sekitar 15 pengemudi ojek pangkalan SPG Kilo 7 Kota Sorong, Rabu (21/10) dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIT.
Adapun kegiatan yang mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat” ini menjadi ruang dialog terbuka bagi Kapolresta dan para pengemudi ojek guna menyampaikan keluhan, bertukar pikiran, serta mencari solusi bersama terkait keselamatan berlalu lintas dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam dialog tersebut, para pengemudi ojek menyampaikan keluhan mengenai seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di perempatan sekitar pangkalan, terutama pada pagi hari ketika aktivitas masyarakat dan anak-anak sekolah meningkat.
Menanggapi keluhan tersebut, Kapolresta meminta agar personel meningkatkan pengaturan lalu lintas, khususnya pada jam-jam sibuk pagi hari, guna membantu kelancaran arus kendaraan dan memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan, termasuk anak-anak sekolah.
Kapolresta juga mengingatkan para pengemudi ojek, untuk mengutamakan keselamatan dalam bekerja dengan mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm, serta melengkapi surat-surat kendaraan dan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Mengetahui masih ada pengemudi ojek yang belum memiliki SIM, Kapolresta menyatakan kesediaannya membantu biaya pengurusan SIM bagi pengemudi yang memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan yang berlaku, antara lain memiliki KTP dan surat keterangan kesehatan serta memenuhi persyaratan lainnya.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Saya ingin rekan-rekan pengemudi ojek bisa bekerja dengan tenang, tetapi tetap tertib berlalu lintas. Kalau persyaratannya lengkap dan memenuhi ketentuan, silakan urus SIM. Kita akan membantu sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Selain persoalan lalu lintas, Kapolresta mengingatkan agar pangkalan ojek tidak dijadikan tempat untuk mengonsumsi minuman keras (miras). Menurutnya, konsumsi miras dapat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan apabila seseorang tetap berkendara dalam kondisi terpengaruh alkohol.
Kapolresta juga mengajak para pengemudi ojek, untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, termasuk hadirnya layanan transportasi berbasis aplikasi, serta tetap menjaga persaingan yang sehat dan mengutamakan keselamatan penumpang.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dan tidak melakukan pemalangan jalan sebagai bentuk penyelesaian permasalahan.
Ia mencontohkan peristiwa pemalangan jalan akibat persoalan sampah yang terjadi sebelumnya. Menindaklanjuti kejadian itu, Kapolresta memerintahkan Kapolsek Sorong Timur bersama Kasat Binmas untuk melakukan pendekatan, berdialog, dan mengedepankan musyawarah hingga palang jalan berhasil dibuka.
“Kalau ada permasalahan, mari kita duduk bersama dan mencari jalan keluar melalui dialog dan musyawarah. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan justru menghambat aktivitas masyarakat dengan melakukan pemalangan jalan,” tegasnya.
Dalam dialog yang berlangsung secara terbuka dan penuh keakraban tersebut, salah seorang warga turut menyampaikan harapan agar personel kepolisian senantiasa hadir dan dekat dengan masyarakat, serta menghindari tindakan kekerasan dalam memberikan pelayanan.
Menanggapi masukan itu, Kapolresta menegaskan bahwa Polri merupakan pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Karena itu, setiap personel harus mengedepankan sikap humanis, menghormati masyarakat, serta tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat menyakiti fisik maupun perasaan warga.
Disamping itu pengemudi ojek juga berharap agar personel kepolisian, khususnya saat melaksanakan patroli, dapat sesekali singgah dan duduk bersama warga di pangkalan. Menurut mereka, kehadiran polisi yang berinteraksi langsung akan mempererat hubungan, membangun kepercayaan, dan memudahkan penyampaian informasi terkait situasi keamanan di lingkungan sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta menyambut baik masukan masyarakat dan mengajak seluruh elemen untuk saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Para pengemudi ojek pun menyatakan kesiapannya, untuk turut membantu kepolisian menjaga kamtibmas.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta turut menyosialisasikan Layanan Polisi 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis selama 24 jam, untuk meminta bantuan kepolisian, menyampaikan pengaduan, maupun melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan petugas.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan tersebut, ketika membutuhkan bantuan, dengan menyampaikan informasi yang jelas mengenai lokasi dan kejadian agar petugas dapat segera menindaklanjuti sesuai situasi dan kondisi di lapangan.
Sementara itu, salah satu warga Yanto, menyampaikan terima kasih kepada Kapolresta Sorong Kota yang telah hadir dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada bapak Kapolresta yang sudah datang dan ngopi bersama kami. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar polisi semakin dekat dengan masyarakat, mau mendengarkan keluhan warga, dan mengedepankan pendekatan humanis. Kami juga siap bekerja sama dengan kepolisian untuk menjaga kamtibmas di Kota Sorong,” ujarnya.
Kegiatan ngopi bareng masyarakat ini merupakan wujud implementasi program “Polisi Bersama Masyarakat” sekaligus mendukung program 100 Hari Kapolri melalui pendekatan dialogis, pelayanan yang responsif, dan penguatan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan, Polresta Sorong Kota berharap terbangun komunikasi yang semakin erat antara kepolisian dan masyarakat, sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama, keselamatan berlalu lintas semakin meningkat, dan situasi kamtibmas di Kota Sorong tetap aman serta kondusif.(boy)

