Belum Miliki Data Emisi dan Inventaris Gas Rumah Kaca, DPPLH Kota Sorong Gelar Bagi Pelaku Usaha dan OPD Terkait

Belum Miliki Data Emisi dan Inventaris Gas Rumah Kaca, DPPLH Kota Sorong Gelar Bagi Pelaku Usaha dan OPD Terkait

SORONG.SorongPos.Com,-Kepala Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPPLH) Kota Sorong melalui Kabid Tata Lingkungan DPPLH Kota Sorong Anjelia J Wermasubun, S.AN saat ditemui di sela-sela acara Inventaris Gas Rumah Kaca pada Hotel Vega, Selasa (13/10) menjelaskan kegiatan sosialisasi inventaris gas rumah kaca. Menurutnya kegiatan ini sangat penting, disebabkan perubahan iklim cukup signifikan yang terjadi sekarang ini di kota Sorong. Akibat kabut asap, selain penyebab dari kebakaran hutan dan lahan tetapi juga emisi. Dikatakannya pula kenapa sampai terjadi emisi, hal ini dikarenakan pemakaian gas rumah kaca yang berlebihan, sektor-sektor yang mengeluarkan emisi. Seperti pemakaian bahan bakar, energi dan pertanian dan sebagainya.

” Jadi kami inventarisasi sektor-sektor mana yang menjadi penyumbang emisi terbesar, karena DPPLH Kota Sorong sendiri belum punya cukup data yang akurat terkait emisi,” urainya.

Bahkan Anjel sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa data emisi sangat diperlukan, dikarenakan dari Kementrian Lingkungan Hidup di tahun 2025 sudah mengeluarkan aplikasi yang namanya Sign Smart. Dikarenakan aplikasi tersebut yang menghitung data emisi, sehingga pihaknya dapat mengambil langkah-langkah adaptasi dan mitigasi lingkungan, sehingga dapat mengurangi pencemaran udara dan menjaga kualitas udara.

” Bagaimana kita bisa mengetahui suatu daerah yang memakai emisi yang cukup tinggi termasuk gas rumah kaca yang tinggi. Makanya langkah awal kita melakukan sosialisasi dan mengundang sektor-sektor penyumbang emisi,” ujarnya.

Lebih lanjut Anjel mengatakan peserta yang mengikuti sosialisasi adalah pelaku dari dunia usaha yang mengeluarkan emisi, mitra pembangunan dan juga sektor pertanian termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dilibatkan semua. Sementara itu nara sumber dari Kementrian Lingkungan Hidup. Diakuinya usai kegiatan sosialisasi dilakukan. Dimana pihaknya bisa mendapatkan data-data yang dikumpulkan.

” Lewat sosialisasi yang dilakukan data terkumpul secara akurat yang bisa kita masukan dalam aplikasi Sign Smart dan dari sosialisasi ini, kita akan buat satu aplikasi semacam dash board menuat informasi terkait jumlah emisi dan gas rumah kaca, IKLH,” bebernya.

Menurutnya Anjel, jika aplikasi sudah siap akan dilaunching. Dimana dalam aplikasi tersebut, memuat informasi terkait lingkungan, jumlah volume sampah, termasuk pelaku dunia usaha yang sudah memiliki perijinan lingkungan dan sebagainya. Lanjut Anjel aplikasi tersebut, bernama sistim informasi inventarisasi gas rumah kaca (SIGRK) Kota Sorong.

” Didalamnya tidak hanya jumlah emisi dan gas rumah kaca yang dihasilkan. Kami ada dash board yang memiliki jumlah volume sampah, indeks kualitas air dan udara, indeks lingkungan hidup termasuk perijinan yang bisia di up date pada aplikasi tersebut,” imbuhnya.

Selain itu juga data yang akaan diminta, kata Anjel adalah data-data dari dua tahun terakhir dan akan dilakukan secara kontinyu dan data terupdate. Bahkan diakuinya saat ini DPPLH Kota Sorong belum memiliki data tersebut.

” Jadi dalam sosialisasi ini, kami minta data dari tahun 2024 sampai tahun 2026. Untuk pembayaran karbon, belum. Karena baru mengumpulkan data dan dihitung baru bisa dan itu yang dinamakan emisi,” akunya. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *