SORONG.SorongPos.Com,- Kepala Bandara Domini Eduard Osok (DEO) Asep Soekarjo S.H.,M.H., saat ditemui media, Kamis(8/10) di sela-sela Press Conference Dampak Karhutla Terhadap Penerbangan Di Sorong menjelaskan, dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi secara anomali diamati sejak hari Minggu(4/10) lalu. Dimana telah terjadi perubahan rute dengan tujuan Sorong ke Ambon baik maskapai Lion Air,Batik dan Garuda Indonesia, menunggu cuaca kabut asap di Kota Sorong membaik. Kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke bandara Sorong. Diakuinya secara fasilitas dimiliki bandara DEO berfungsi dengan baik, tetapi keadaan alam dan cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan.
“Penerbangan masuk ke Sorong, tetap berjalan normal. Tetapi beberapa operator penerbangan melakukan penundaan waktu. Misalnya yang tadinya, waktu landing pukil 06.00 WIT, tetapi mengalami penundaan atau pengalihan rute penerbangan,” bebernya.
Sementara itu Manajer Operasi Tower I AirNav Cabang Sorong Hery Purnomo mengatakan, akibat dari fenomena kabut asap. Dimana berakibat pada pelayanan jasa penerbangan. Tetapi pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan navigasi penerbangan sesuai dengan prosedur. Menurutnya juga jikalau ada imbas, dari penerbangan dalam hal ini pilot yang akan memasuki bandara DEO, akan diberikan navigasi jarak pandang sesuai standar operasional.
” Terkait kemungkinan cuaca, kami dari AirNav akan berikan informasi yang kami sampaikan kepada maskapai sesuai informasi dari BMKG Sorong. Kami tidak boleh atau tidak diperkenankan memberikan informasi diluar daripada informasi resmi dari BMKG,” tegasnya.
Lanjut Hery, jika ada pilot yang mengalihkan penerbangan, maka keputusan tersebut langsung dari yang menerbangkan pesawat tersebut, dikarenakan pihaknya hanya sebatas memberikan informasi. Tetapi keputusan mendarat atau mengalihkan penerbangan adalah pilot apabila jarak pandang dianggap tidak aman,” urainya.(boy)

