Kabupaten dan Kota di Papua Barat Daya Diminta Rencana Strategis Pengembangan Pariwisata

Kabupaten dan Kota di Papua Barat Daya Diminta Rencana Strategis Pengembangan Pariwisata

SORONG.SorongPos.Com,-Kepala Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Provinsi Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo,SP.i,M.Si saat ditemui wartawan diruang kerjanya Senin(17/2) menjelaskan pada tahun 2024 program prioritas dari pariwisata yakni menjadikan provinsi Papua Barat Daya yang didesain menjadi destinasi eko wisata kelas dunia. Menurutnya juga sebagai besar di tanah Papua untuk tingkatkan pariwisat tentunya mengandalkan keindahan alam.

Kata Yusdi dalam pengembangan pariwisata selain wisata alam. Tetapi yang sekarang didorong adalah wisata budaya.” Mulai dari tarian, fashion, kuliner dan handykraf budaya Papua yang bisa menjadi daya tarik wisata. Ditanah Papua banyak budaya yang bisa dijadikan destinasi. Contohnya di Raja Ampat ada budaya sasi untuk menjaga alam secara kearifan lokal masyarakat,” akunya.

Selain itu kata Yusdi juga di kabupaten Sorong yakni Malaumkarta ada festifal Egek. Dengan demikian budaya ini harus tetap dipertahankan. Dikatakan Yusdi pula tahun 2024 pihaknya mau dorong wisata alam dan wisata budaya di semua kabupaten dan kota di Papua Barat Daya.

Menurutnya juga masing-masing daerah di Papua Barat Daya sudah minta, untuk buat rencana strategis pariwisata masing-masing. Contoh Raja Ampat memang dikenal dunia sebagai destinasi diving yanv terkenal, kemudian Geo Park Raja Ampat. Sedangkan kabupaten Sorong wisata budaya dan hutan. Untuk Sorong Selatan destinasi yang akan di dorong adalah sungai atau kali yang begitu baik dan indah. Sedangkan kabupaten Maybrat ada potensi agro wisata dan keindahan alam berupa danau.

Kemudian Tambrauw, terkenal kawasan hutan yang luar biasa. Disana terdapat burung cendrawasih, padang safana ditambah tempat bertelur penyu belimbing terbesar didunia. ” Tiap kota dan kabupaten punya strategi yang berbeda. Intinya kita harus menata, memperbaiki aspek terutama sektor transportasi baik darat, laut maupun udara. Kemudian akses kedua adalah komunikasi dalam hal ini jaringan internet,” ujarnya.

Lebih lanjut Yusdi menegaskan untuk kembangkan pariwisata memakai strategi ameditas karena tidak mungkin turis akan tidur di tenda, harus ada akomodasi terutama perbankan, listrik, air bersih, toko, kios souvenir, warung makan. Oleh karena iti pihaknya sudah menyampaikan kepada Dinas Pariwisata di tiap kabupaten dan kota agar memperhatikan ameditas. Kemudian atraksi, karena memiliki alam terdiri dari darat dan laut. Kemudian memiliki cagar budaya.

” 3 hal yang harus diperhatikan dengan baik mulai dari akses,ameditas dan atraksi. Misalnya akses sudah baik, tapi kita kalah dari ameditas. Sudaj pasti pariwisata akan sulit berkembang. Jadi 3 hal ini harus saling mendukung,” tegasnya. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *