JNE Hadirkan Goll Aborasi Bisnis Online Kota Sorong

JNE Hadirkan Goll Aborasi Bisnis Online Kota Sorong

SORONG,  SorongPos.Com – Fredy Luhukay selaku Branch Manajer JNE Sorong dalam press release yang diterima media ini, Jumat(15/7) menjelaskan Kementrian Koperasi dan UMKM menargetkan pada tahun 2024 mendatang. Dimana 30 juta UMKM di seluruh Indonesia mampu digitalisasi.

Menurutnya untuk mencapai target tersebut, diperlukan adanya kemitraan yang strategis antar pelaku usaha lintas sektoral. Dalam hal ini perusahaan penyedia jasa logistik berperan besar sebagai penggerak distribusi sekaligus solusi bagi UMKM di Indonesia untuk melek digital melalui pelatihan.

“JNE sebagai mitra UMKM mengelar webinar. JNE mengajak lebih dari UMKM setempat dengan nama sumber Ratna Sari selaku owner Nami Craft, Teguh Hidayat Iskandar selaku CMO Mooi Papua termasuk saya sendiri,” tuturnya.

Ditambahkan Fredy juga bahwa JNE sangat bangga dengan adanya Goll Aborasi JNE yang mampu menyatukan UMKM untuk bertukar pendapat mengenai bisnis online. Bahkan saat ini JNE secara rutin melaksanakan berbagai program layanan terkhususnya bagi UMKM seperti adanya promo cashback, program apresiasi seperti JLC, gratis jemput paket tanpa minimal berat,COD dan e-fulfillment untuk menjadi solusi pengiriman dan kemudahan bertransaksi digital.

” Kami siap membantu dan memfasilitasi UMKM dari berbagai sisi. Untuk masalah penjualan logistik dari dalam kota hingga keluar negeri,” bebernya
Sementara itu Teguh Hidayat Iskandar membuka diskusi membahas mengenai Mooi Papua yang bergerak di bidang skincare. Disaat terjadi pendemi covid justru omset makin meningkat. Dikarenakan kebiasaan masyarakat yang menghabiskan waktu dirumah. Bahkan peningkatan omsetnya mencapai 280 persen atau hampir tiga kali lipat. Selain itu juga Mooi Papua yang didirikan pada tahun 2018 lalu, telah memasarkan produk yang eco-friendly dan social consius. Dimana dua hal ini menjadi value proposition sekaligus diferensiasi Mooi Papua dibandingkan kompetitornya.

” Kami tidak terlalu banyak tapi terbesar di value proposition. Produk kami eco-friendly, karena bahan bakunya berasal dari alam mulai dari buah merah, pala Fakfak dan hasil alam lainnya, ” terangnya.
Sedangkan Ratna Sari selaku Owner dari Nami Craft yang membangun bisnis pada sektor kriya, menyampaikan pentingnya optimalisasi media sosial untuk memasarkan produk seperti memaksimalkan konten yang menarik hingga menggunakan hashtag atau tagar pada copywriting yang digunakan. Selain itu juga kata Ratna pentingnya diferensiasi dalam memasarkan produk. Karena hal ini sangat penting dengan banyaknya kompetitor yang awalnya hanya dapat dihitung dengan jari. ” Tapi kami fokus pada cara pengemasan yang berbeda dan menyediakan banyak kategori kemasan seperti Korean Wrapping yang banyak digemari konsumen,” akunya. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *